Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Di Tengah Kondisi Jalan yang Memprihatinkan, Aksi Sosial Warga Ini Jadi Penyejuk Hati

Di Tengah Kondisi Jalan yang Memprihatinkan, Aksi Sosial Warga Ini Jadi Penyejuk Hati

Skintific

Dengan Dana Pribadi, Warga Tebing Tinggi Perbaiki 20 Titik Jalan Rusak: Aksi Nyata Kepedulian Sosial yang Menginspirasi

Tebingtinggi Cerita– Di tengah gemuruh keluhan tentang infrastruktur yang kerap terbengkalai, sebuah aksi nyata justru datang dari seorang warga biasa. Acai Sembada, warga Jalan Swasembada, Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, memilih tindakan konkret daripada sekadar mengeluh. Dengan dana pribadi, ia memperbaiki 20 titik jalan berlubang di dua ruas jalan provinsi: Jalan Ir H Juanda dan Jalan Setia Budi.

Keprihatinan yang Diubah Menjadi Aksi

Pada Sabtu (4/10/2025), pantauan wartawan di lokasi menunjukkan Acai turun langsung mengawasi proses penambalan lubang di sepanjang kedua jalan tersebut. Bukan sekadar memerintah dari jauh, ia terlibat aktif memastikan perbaikan berjalan dengan baik.

Skintific

“Kurang lebih ada 20 titik jalan rusak di Jalan Setia Budi dan Jalan Ir H Juanda. Melihat kondisinya sangat membahayakan, saya langsung menghubungi perusahaan aspal di Medan untuk datang ke Tebing Tinggi dan melakukan penambalan,” ujar Acai di lokasi dengan semangat.

Warga Cor Jalan Rusak Pakai Dana Pribadi, Akademisi: Ini Puncak Kemarahan

Baca Juga: Sebuah Operasi Pengamanan Maksimal Polres Tebing Tinggi Sukses Kawal Puncak Festival Qasidah XVIII

Yang membuat aksi ini lebih bermakna adalah penegasannya bahwa seluruh biaya perbaikan jalan ini ditanggungnya sendiri. Ini bukan proyek yang didanai pemerintah atau perusahaan, melainkan murni inisiatif pribadi yang lahir dari keprihatinan mendalam.

Dari Rezeki Lebih untuk Kebaikan Bersama

Di saat banyak orang mungkin menggunakan rezeki lebih untuk kepentingan pribadi, Acai memilih jalur berbeda. Dengan kesadaran penuh, ia mengalokasikan sebagian rezekinya untuk kepentingan umum.

“Kebetulan ada rezeki lebih. Jadi saya sisihkan untuk berbuat baik dengan cara memperbaiki jalan ini. Semoga para pengendara bisa lebih nyaman dan tidak khawatir lagi saat melintas,” ucapnya dengan tulus.

Pernyataan sederhana ini mengandung filosofi mendalam tentang makna kepemilikan harta dan tanggung jawab sosial. Bagi Acai, rezeki yang diterima bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan juga harus menjadi berkah bagi orang lain.

Dampak Nyata bagi Pengguna Jalan

Jalan berlubang bukan sekadar masalah ketidaknyamanan, melainkan ancaman keselamatan nyata bagi pengendara, khususnya pengendara sepeda motor. Setiap lubang berpotensi menyebabkan kecelakaan, kerusakan kendaraan, dan trauma bagi penggunanya.

Respons positif datang dari warga yang merasakan langsung manfaat perbaikan ini. Arjun, salah seorang pengendara sepeda motor, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Berkat kebaikan pak Acai kami pengendara tidak lagi was-was dengan banyaknya lobang di Jalan Ir H Juanda dan Jalan Setia Budi, semoga tuhan yang maha esa membalas kebaikan pak Acai,” katanya dengan haru.

Ucapan Arjun mewakili perasaan ratusan pengendara yang setiap hari melintas di ruas jalan tersebut. Kini, mereka bisa berkendara dengan lebih tenang dan aman.

Inspirasi bagi Masyarakat dan Pemerintah

Aksi Acai Sembada patut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Bagi masyarakat, ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk berkontribusi memperbaiki lingkungan, sekalipun dalam skala terbatas. Tidak perlu menunggu menjadi kaya raya atau memiliki kekuasaan untuk berbuat baik.

Bagi pemerintah, aksi ini seharusnya menjadi pengingat akan tanggung jawab utama mereka dalam menjaga infrastruktur publik. Ketika warga biasa rela mengorbankan dana pribadi untuk memperbaiki jalan provinsi, seharusnya ini memicu introspeksi di tubuh pemerintah daerah.

Skintific